Anime Melanggar Agama?

Kolom Editoliar mulai sementara ini dapat tetap menghadirkan hal-hal terkini dan paling kritis. Ini bersamaan bersama misi KAI memajukan anime di Indonesia. Dan kali ini dapat dibahas tentang kritik terhadap opini yang berkembang, tentang pendapat negatif terhadap anime melanggar agama.

Anime Melanggar Agama?

Sebagai penghangat anda mampu membaca artikel ini atau lumayan ikuti saja penjelasan yang dapat kami Daftar Situs Judi Slot Online Terpercaya berikan di bawah ini.

Pertama-tama yang dapat digugat oleh redaksi adalah pendapat tentang anime yang dituding menyesatkan umat. Redaksi mengutip kolom ini.

“Ketika anak-anak bergerombol di depan televisi tak ada satu orang tua pun yang bergeming dan prihatin sikap anak-anaknya. Padahal andaikata kami perhatikan, maka nasib anak-anak kami berada dalam situasi memprihatinkan. Bagaimana tidak, sementara film-film kartun tersebut mengajarkan kepada mereka pelanggaran-pelanggaran syariat Allah dan Rasul-Nya -Shollallahu ‘alaihi wasallam-“

Redaksi berpendapat bahwa hal ini tidak benar mirip sekali andaikata dicermati kembali. Menurut redaksi, yang perlu diwaspadai mestilah sinetron ataupun acara-acara parodi yang lebih berbahaya, tidak hanyalah melemparkannya terhadap anime.

Kemudian redaksi melihat lagi terhadap paragraf berikutnya, yang secara tertentu mengulas bahaya beberapa satu anime. Di bawah ini yang dibahas merupakan anime Doraemon.

“Konon kabarnya, Doraemon mampu pergi menjelajah di era lantas dan di era yang dapat datang. Katanya, ia mampu mengadakan sesuatu yang belum ada jadi ada bersama “kantong ajaibnya”. Dalam kartun, ia digambarkan sebagai tempat untuk dimintai segala sesuatu yang ghaib oleh temannya. Lihatlah bagaiman film kartun tersebut serius menyimpang dari aqidah.

Segala sesuatu sudah ditetapkan sementara dan ajalnya oleh Allah -Ta’ala-. Makhluk tak mampu mengatur waktu, baik itu memajukannya atau mengundurkannya. Makhluk tak dapat mampu menyebrang dari zaman kekinian menuju zaman lampau atau sebaliknya. “

Redaksi mengkritik apakah sebetulnya yang diceritakan dalam Doraemon dapat sangat terjadi? Dan apakah Doraemon dulu mempunyai kepercayaan agama apapun? Apakah Doraemon mengajak anda jadi atheis, Kristen, Buddha, Hindu, atau yang lainnya? Dan mengkritik penafsiran postingan di atas tentang kantung ajaib Doraemon, ketahuilah bahwa kantung ajaib Doraemon adalah hal yang fiksi, apalagi secara logika pun hampir irasional.

Justru bersama terdapatnya Doraemon, sebaiknya manusia tertantang supaya mampu mengembangkan alat-alat yang nampak dalam seri anime Doraemon jadi kenyataan, untuk kemaslahatan umat. Seperti Baling-Baling Bambu, yang kecuali terwujud maka manusia mampu bepergian bersama mudah, dan ramah lingkungan. Apakah ini disebut memurtadkan umat?

Kemudian redaksi dapat mengulas anime lain yakni Dragon Ball, yang termasuk dibahas oleh postingan tersebut.

“Cerita ini dalam film ini banyak mempunyai kandungan unsur kebatilan, seperti terdapatnya penyembahan dewa-dewa seperti Dewa Emperor, Dewa Bumi, Dewa Gunung, Dewa Naga, dan lain-lain. Keyakinan ini seutuhnya berasal dari agama Budha, Hindu dan Shinto yang penuh bersama kebatilan dan kesesatan, sementara Allah hanyalah meridhoi Islam sebagai agama yang benar.”

Soal kultur, pasti saja anime Dragon Ball tidak mengajak anda untuk menirunya. Dan pasti saja anime ini cuma hiburan semata, bukan untuk ditiru. Dan apalagi dalam Islam sendiri, dijamin kebebasan untuk beragama. Sehingga postingan di atas merupakan hal yang sangat disayangkan.

Kesimpulan redaksi, sebetulnya masih banyak masyarakat di Indonesia yang sangat puas membawa-bawa agama dalam tiap tiap unsurnya. Namun hal ini tidak mampu dibiarkan, cocok bersama asas Pancasila dan ajaran Islam sendiri yang menanggung kebebasan beragama. Dan selama anime-anime tersebut tidak menghina ajaran agama tertentu, tidak ada larangan untuk menyaksikannya.

Jadi, anda tidak perlu kuatir bersama hal ini dan yang perlu adalah, pilihlah anime yang pas bagi anda dan keluarga anda. Masih banyak anime yang mengajarkan kebaikan, dan pendidikan bagi keluarga selain berbagai anime kekerasan seperti Naruto (atau barangkali Higurashi 😀 ).